Luar angkasa adalah tempat yang tidak kenal ampun. Di sana tidak ada udara, suhu berfluktuasi ratusan derajat dalam sekejap, dan radiasi mematikan mengintai di setiap sudut. Setiap kali seorang astronaut biasa di sebut spaceman duduk di atas roket yang berisi ratusan ton bahan bakar, mereka tahu bahwa mereka sedang menaiki bom waktu yang terkendali.
Sejarah penjelajahan antariksa ditulis bukan hanya dengan tinta emas keberhasilan, tetapi juga dengan momen-momen “nyaris mati” dan tragedi yang memilukan.
Berikut adalah 5 misi paling berisiko yang mendefinisikan batas kemampuan manusia.
1. Vostok 1 (1961): Lompatan ke Ketidakpastian
Astronaut: Yuri Gagarin (Uni Soviet) Status: Sukses (Kejayaan)
Misi ini adalah perjudian terbesar dalam sejarah. Saat itu, ilmuwan belum tahu apakah manusia bisa bertahan hidup di nol gravitasi. Ada ketakutan bahwa astronaut akan menjadi gila, buta, atau organ tubuhnya akan gagal berfungsi.
-
Risiko: Tim insinyur memberikan peluang keberhasilan misi ini di bawah 50%.
-
Momen Kritis: Saat kembali ke Bumi (re-entry), modul layanan gagal memisahkan diri dari kapsul Gagarin. Kapsul itu berputar liar tak terkendali seperti gasing api saat menembus atmosfer. Untungnya, kabel penghubung akhirnya terbakar putus, dan Gagarin selamat.
2. Voskhod 2 (1965): Terjebak di Luar Kapal
Astronaut: Alexei Leonov (Uni Soviet) Status: Sukses (Kejayaan yang Nyaris Bencana)
Alexei Leonov mencatat sejarah sebagai manusia pertama yang melakukan Spacewalk (berjalan di luar angkasa). Namun, sejarah hampir mencatatnya sebagai manusia pertama yang mati mengambang di orbit.
-
Insiden: Di ruang hampa, baju luar angkasa Leonov menggelembung (ballooning) karena tekanan internal. Ia menjadi kaku seperti boneka Michelin dan tangannya terlepas dari sarung tangan kendali. Ia tidak bisa masuk kembali ke lubang palka (airlock) karena bajunya terlalu besar.
-
Tindakan Nekat: Tanpa memberi tahu pusat kendali, Leonov membuka katup oksigen bajunya untuk membuang udara. Ia mengambil risiko mati lemas (hipoksia) demi mengecilkan ukuran bajunya agar bisa memaksakan diri masuk ke pesawat. Ia berhasil masuk dengan sisa tenaga terakhir, mandi keringat hingga lututnya tergenang air di dalam baju.
3. Apollo 11 (1969): 30 Detik Terakhir
Astronaut: Neil Armstrong & Buzz Aldrin (AS) Status: Sukses Legendaris
Pendaratan manusia pertama di Bulan tidak berjalan mulus seperti di buku sejarah.
-
Komputer Error: Saat hendak mendarat, komputer navigasi Apollo mengalami overload dan memunculkan kode error “1202” berulang kali.
-
Medan Berbatu: Neil Armstrong melihat bahwa komputer mengarahkan mereka ke kawah penuh batu raksasa yang akan menghancurkan kaki pesawat.
-
Manual Takeover: Armstrong mengambil alih kendali manual. Ia menerbangkan modul melintasi kawah sambil mencari tempat datar. Bahan bakar menipis drastis. Saat “Eagle” akhirnya mendarat, bahan bakar hanya tersisa untuk kurang dari 30 detik terbang. Jika terlambat sedikit saja, misi harus dibatalkan atau mereka akan jatuh.
4. Apollo 13 (1970): “Successful Failure”
Astronaut: Jim Lovell, Jack Swigert, Fred Haise (AS) Status: Gagal (Tapi Kru Selamat)
Ini adalah misi penyelamatan terbesar dalam sejarah. Di tengah jalan menuju Bulan, tangki oksigen meledak, melumpuhkan pesawat induk (Command Module).
-
Sekoci Penyelamat: Tiga astronaut harus pindah ke Lunar Module (yang didesain hanya untuk 2 orang selama 2 hari) untuk bertahan hidup selama 4 hari perjalanan pulang.
-
Tantangan: Mereka mematikan pemanas untuk menghemat daya (suhu kabin mendekati titik beku), kekurangan air minum, dan keracunan karbon dioksida (CO2) karena filter udara tidak cocok. Dengan kecerdikan insinyur di Bumi, mereka merakit adaptor filter menggunakan selotip dan sampul buku manual, dan berhasil mendarat selamat di Pasifik.
5. STS-51-L Challenger (1986): Tragedi yang Mengubah Dunia
Astronaut: 7 Kru (Termasuk guru Christa McAuliffe) Status: Tragedi Total
Tidak semua risiko berakhir dengan selamat. Pada pagi yang dingin di Florida, pesawat ulang-alik Challenger meledak 73 detik setelah peluncuran, disaksikan langsung oleh jutaan penonton televisi.
-
Penyebab: Sebuah karet segel kecil bernama O-ring gagal berfungsi karena suhu udara yang terlalu dingin pagi itu. Gas panas bocor dan membakar tangki bahan bakar eksternal.
-
Dampak: Tragedi ini bukan hanya kegagalan teknis, tapi kegagalan manajemen yang mengabaikan peringatan insinyur. Ini menjadi pengingat abadi bahwa dalam penerbangan luar angkasa, kompromi sekecil apa pun terhadap keselamatan dapat berakibat fatal.
Kesimpulan
Kisah para Spaceman ini mengajarkan kita arti sesungguhnya dari keberanian. Keberanian bukanlah ketiadaan rasa takut, melainkan kemampuan untuk tetap bekerja, berpikir logis, dan mengambil keputusan di saat sirene bahaya berbunyi dan kematian hanya berjarak beberapa milimeter di balik dinding logam.
Seperti peribahasa latin kuno yang sering dikutip para penjelajah: “Ad Astra Per Aspera” — Menuju bintang melalui kesulitan.
