Strategi Emas: Malaysia Kokohkan Dominasi di Puncak Pariwisata Halal Dunia

Strategi Emas: Malaysia Kokohkan Dominasi di Puncak Pariwisata Halal Dunia

KUALA LUMPUR – Malaysia kembali membuktikan taringnya sebagai pemimpin mutlak dalam sektor pariwisata ramah Muslim global. Berdasarkan laporan terbaru Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2025, Negeri Jiran ini berhasil mempertahankan posisi pertama sebagai destinasi wisata halal terbaik di dunia selama sepuluh tahun berturut-turut.

Pencapaian ini bukan sekadar angka, melainkan hasil dari konsistensi kebijakan jangka panjang yang matang. Di tengah persaingan kabarmalaysia.com ketat dari negara-negara seperti Arab Saudi, Turki, dan Indonesia, Malaysia tetap unggul berkat ekosistem pariwisata yang terintegrasi secara digital dan inklusif.

Infrastruktur dan Sertifikasi yang Solid

Salah satu kunci keberhasilan Malaysia adalah peran aktif Islamic Tourism Centre (ITC) dalam menetapkan standar layanan. Melalui program Muslim-Friendly Tourism and Hospitality Assurance and Recognition (MFAR), Malaysia memastikan setiap aspek perjalanan—mulai dari akomodasi, makanan, hingga fasilitas ibadah—memiliki sertifikasi yang transparan.

Hingga pertengahan tahun 2025, tercatat lebih dari 3,4 juta wisatawan Muslim telah mengunjungi Malaysia, sebuah lonjakan signifikan yang berkontribusi pada pendapatan negara sebesar miliaran Ringgit. Infrastruktur kelas dunia, seperti ketersediaan musala di hampir semua ruang publik dan restoran bersertifikat halal JAKIM yang tersebar luas, memberikan rasa aman dan nyaman bagi pelancong Muslim mancanegara.

Inovasi Digital dan Diplomasi Budaya

Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia menekankan bahwa teknologi menjadi pilar utama dalam menyongsong Visit Malaysia Year 2026. Inisiatif seperti Digital Tourism Innovation Lab dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk verifikasi halal serta panduan perjalanan pintar telah mempermudah akses bagi wisatawan generasi milenial dan Gen Z.

Selain itu, Malaysia juga aktif memperluas jangkauan melalui diplomasi budaya, seperti program “Mosque Tourism” yang mengajak wisatawan dari berbagai latar belakang, termasuk dari Tiongkok dan Eropa, untuk mengenal warisan arsitektur Islam yang kaya di Malaysia.

Dampak Ekonomi yang Luas

Pasar wisata halal dunia diprediksi akan mencapai nilai 300 miliar dolar AS pada tahun 2026. Dengan posisi tawar yang kuat, ekonomi halal Malaysia kini tidak hanya terbatas pada makanan, tetapi merambah ke sektor keuangan syariah, kosmetik, hingga fesyen sopan (modest fashion).

Pertumbuhan pesat ini juga memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM lokal. Pameran internasional seperti MIHAS 2025 menjadi ajang bagi pengusaha lokal untuk menembus pasar global, membuktikan bahwa pariwisata halal adalah mesin penggerak ekonomi yang inklusif.

Dengan visi yang jelas dan ekosistem yang terus berkembang, Malaysia tampaknya akan sulit digoyahkan dari puncak kepemimpinan pariwisata halal dalam beberapa tahun ke depan.


Apakah Anda ingin saya membuatkan ringkasan infografis atau poin-poin penting dari artikel ini untuk kebutuhan media sosial?

اترك تعليقاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول الإلزامية مشار إليها بـ *

Shopping Cart